YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 29 April 2016

Manusia Setengah Alien Butuh Surat-Suratan

Manusia pada dasarnya makhluk sosial. Mereka perlu berkomunikasi, baik secara langsung, tak langsung, atau ganda campuran. Maaf. Kondisi berada pada un-well educated, alias sambrak momment. Jadi ini fix bukan opini ilmiah atau misi penyelamatan pembuka pemikiran. Ini semacam curhatan manusia freak nan weirdo yang nggak bisa menggunakan kosa kata umum ketika sedang kalut.
"Sendiri itu rumit. Karena pada dasarnya manusia hidup itu sendirian, tetapi nggak bisa hidup sendirian." - haqqul yakin one of Freakin' Peops

Dear Mantan,

Eh ini bukan curhatan tentang percintaan. Tapi entah kenapa bagi saya membahas semua diawali dengan cinta akan lebih mudah ketimbang ketika membahas kehidupan atau propoganda. Berasa cheesy (bilang aja emang tipe poor romantic kok susyaaah!). Jadi sebenernya saya sedang di fase butuh bersosialisasi padahal lagi di fase unsosial. Aneh? Rumit? Emang begitu adanya saya. Kenapa?

Secara gamblang saya menyatakan karena lingkungan saya sudah membosankan minat saya untuk bersosialisasi karena terlalu hedonis hilang arah, dan hilang jati diri ketimbang sosialisasi yang saya perlukan. Saya memang penikmat romantisme dari hedonisme. Saya akui itu. Tapi permasalahannya lingkungan saya berada pada posisi krisis hilang jati diri. Terlalu terpaku kepada opini publik, trend nowadays, dan kenikmatan berbagi eksklusivitas (saling pamer) ketimbang bahas hal remeh kayak pengingatan terhadap kita hidup karena masih ada oksigen. Kan kita semua tau ya emisi gas dunia lagi di tingkat kacau ampun dibanding kebutuhan oksigen untuk lifetime. Alasan klise mereka, karena ngapain  mikirin dunia kalo kita aja ga bener. 

Oke saya jujur deh. Sebenernya saya sebel ama lingkungan sosial yang terlalu ingin terlihat jemawa, padahal dunia lagi perang sengit memenangkan nilai low profile. Contoh simpel, kalo sedang berbicara bisnis mereka malah mikirin nilai branding praktis dan nilai kerennya kalau bisnis mereka kayak metode starbucks yang semua pake kemasan take away. Padahal Starbucks lagi gencar  branding ke arah pengenalan eco living untuk konsumen mereka. Atau mereka terlalu branded dan gencar-gencarnya cari online shop yang berbau luar negeri. Padahal semua orang ampe bosen denger pemerintah lagi gencar cintai produk lokal indonesia. I admit that I'm skeptical and ignorance about Indonesia politic and government, but We have to, right? Saya nggak nasionalis atau idealis, tapi karena kepepet juga kali kalo kita nyangkutin masalah masyarakat ekonomi asean, free tarading, globalism, FUCKING TRUE! ( pake fucking, fucking biar keliatan kekinian dan agak rude).

But i need socializing.  Saya butuh ngobrol. Tapi nggak butuh juga kalo jadinya bikin cranky. Saya mending dengerin orang ngomongin molekul dan organisme pada air PDAM daripada ngomongin partai nasdem. Dan saya juga lagi nggak butuh orang ngobrolin saya tentang curhatan modus, yang berujung kemenye-menyean dan berakhir ke arah bilogical needs. C'mon I'm adult. but please, saya bukan penganut anjing-anjing tak bertuhan. Saya cuma penganut  pemberi cinta 100%.  
 
Jadi saya tau, mungkin saya cuma butuh berbasa-basi dengan orang baru, yang kayak teman pena, atau stranger chat yang masih nggak tau saya siapa. Itu masih ada segi lucunya walaupun ngomongin politic. Karena nggak akan terlalu serius, terlalu dangerous kali bagi orang awan memahami kepercayaan terhadap Pemerintahan Indonesia, apalagi ama not-Indonesian peops. Nggak bakal tau rasanya dilema diantara dua pilihan (incumbent or new generation for believement).

Saya juga suka banget surat-suratan. Karena biasanya mereka akan self-centered. Saya suka ketika orang berbicara tentang dirinya. Seperti menilai topeng yang dipilih untuk berkenalan dengan seorang stranger aneh nan alien. kalo langsung jadinya kedengaran pamer atau menjual diri. Duh Gusti Allah, hamba teh capeeeek denger orang pamer.

Iya, intinya gue lonely. Iya intinya gue bosen. Iya iya, gue frustasi. BHAY!

Regards,

Fucking Aisyah Mind (biar rude, teteup!)








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar