YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Minggu, 06 Oktober 2013

Hidup itu Pertanyaan

Hidup itu pertanyaan dan akan selalu menjadi sesuatu yang akan berkembang. Mulai dari kenapa kita hidup menjadi manusia dan dilahirkan? Hingga untuk apa selama ini aku hidup? Pertanyaan yang terlihat sama awalnya, tetapi akan memiliki jawaban yang berbeda untuk semua orang. Pertanyaan yang sulit dijawab akan selalu kita cari jawabannya dengan cara apapun, atau kita menyerah dan tidak hidup untuk pertanyaan itu lagi, peduli atau menjadi penasaran. Hidup akan selalu bertanya dan mencari jawaban. Hidup itu belajar, menghargai perasaan dan memiliki perasaan itu sendiri. Terlihat indah dan sederhana, tetapi menjadi sederhana dan indah yang paling sulit. Mungkin ilmu hidup tidak akan pernah sama untuk setiap orang, dan tidak akan pernah selesai untuk dibahas bersamaan.
Life is not simple, but being simple is hard



Aku akan mulai berkisah, semoga ini tulisan terkahir dengan orang yang sama, sebuah pertanyaan yang membuat aku bertahun-tahun akhirnya sedikit mengerti. Sedikit, karena belum semua terjawab. Terlebih, jawaban akan memiliki pertanyaan yang baru. Iya, semua orang sudah gerah mengenai ini, apalagi saya? Orang yang lelah dan frustasi adalah yang menulis ini.

Saya sudah menyerah dan membiarkan apapun yang terjadi seperti yang dibawa alam untuk saya. Menjadi submisif untuk menghadapi setiap keadaan. Terkadang menjadi agresif melelahkan, dan sekarang aku ingin belajar untuk asertif dan seimbang. Keseimbangan lah yang paling sulit dicari di setiap keadaan. Bukan menjadi di luar kotak dan diam bahkan tidak menyentuh semua lingkungan, itu bukan sebuah kehidupan.

Pertanyaan yang menggangguku walaupun semuanya telah selesai di awal tetapi banyak yang menggantung. Iya kesalahanku yang tidak pernah mau mendengar jawabanmu, dan terlalu gengsi untuk mencari tahu. Ternyata dunia yang langsung memberikan kepadaku. Tuhan memang terlalu baik untukku yang tidak seberapa ini sebagai hamba-Nya. Dengan bantuan orang lain, membantu saya untuk mengetahuinya, tanpa saya bersusah payah meminta.


  • Siapa aku di matamu?

Iya, pertanyaan ini terjawab sudah. Tiga tahun aku frustasi dan tidak mengerti. Aku bingung terhadap semua sikapmu yang selalu bertolak belakang di setiap keadaan yang berbeda. Aku tidak pernah tau harus menempatkan diri sebagai apa selama ini. Aku baru tahu bahwa kamu menganggapku sebagai kisah masa lalu, dan entah kenapa akhirnya aku menjadi lebih berharga. Selama ini aku beranggapan bahwa kamu tidak pernah menganggapku ada, tidak pernah berarti. Iya, akhirnya aku bisa menghargai diri sendiri, dan bersyukur karena pernah belajar untuk memiliki. Aku merasa pernah memiliki ketika sudah memiliki, terasa lebih ringan.


  • Kenapa kamu begitu baik?
Mungkin memang sifatmu yang mendarah daging, dan bagaimana setiap orang menanggapinya. Aku merasa bingung harus menghadapi kebaikan-kebaikanmu yang terlalu berharga untuk tersangka sepertiku. Tetapi memang kamu adalah orang yang suka berbagi dan membuat orang menjadi lebih ringan atas bebannya. Tidak mau menjadi beban adalah sifat analuriahmu, dan menjadi lebih baik untuk seseorang yang kau anggap teman. Dan kau menganggapku sebagai salah satu teman, dua beban terangkat, tetapi rasanya lebih dari setengah kerusakan hidup terobati.



  • Kenapa kamu menjadi bukan kamu yang sebenarnya?

Semua orang akhirnya masih belum bisa menjawab. Mungkin hanya kau dan Tuhan yang mengerti. Karena sesuatu dalam dirimu yang menutup semua celah untuk orang mendekat. Akhirnya semua orang hanya menebak dan menarik kesimpulan seenaknya mengenai dirimu, termasuk aku. Maaf, aku tidak pernah mencoba membantu untuk membuatmu dimengerti, aku takut hanya membuatmu terganggu dan menyakiti diriku sendiri.

Aku menjadi merasa bersalah, itu yang akhirnya aku dapatkan. Pertanyaan pertanyaan lain menjadi bertambah. Kesimpulan yang orang tangkap menjadi sama, kau menjadi terlalu berbeda dari yang aku tahu sebelumnya. Kau menjadi tidak memiliki perasaan di saat aku mengerti kaulah yang paling perasa. Kau dianggap kejam, di saat aku merasa aku yang menjadi kejam untukmu dulu. Ketika semua berlalu menjadi sebuah penyesalan, kita hanya bisa terdiam, terlalu terlambat menjadi penolong, hanya akan terlihat munafik dan berisik.

Rasa sayang terlalu berlebih  akhirnya dibiarkan membekas dalam, mungkin akan berakhir di kubangan kenangan. Itu hanya akan berakhir dengan cerita yang baru dengan orang yang baru. Apapun arti yang baru, mungkin lebih tepat, apabila dengan apapun keadaan dan segala diriku yang tidak menjadi orang yang lama dengan cerita yang sama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar