YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES
Tampilkan postingan dengan label bukan cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bukan cinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Oktober 2014

It's not the end. It's just break time

Surat untuk sahabat,

Kita berteman cukup lama, menyenangkan rasanya jika mengingat kebersamaan kita. Kebersamaan dengan tertawaan yang hanya dimiliki kita berdua, keheningan yang menyenangkan yang tercipta diantara kita, suasana buruk yang terpancing yang semakin membuat pengertian kita semakin meningkat, pembicaraan yang entah kemana arahnya.

Bahagia rasanya memiliki seorang kakak, teman debat yang handal, penasehat pribadi, imam sholat, dating guy, dan tempat menangis paling menenangkan. Aku bukan penyendiri, tetapi selalu ingin merasa ingin sendiri dan nyaman. Tetapi denganmu, berdua lebih baik daripada sendiri.

Intensitas bukan cara kita berkomunikasi, romantisme bukan bagian dari cerita kita, kita juga memiliki cara yang berbeda dalam bergembira, Keabsurdan juga ciri khas bagian kita berbagi kehidupan yang baik atau yang buruk. Kepastian bukan arah pertemanan kita, selalu mendadak, atau tidak pernah jadi untuk bertemu.

Mungkin teman yang tidak pernah membuatku bosan dengan kebosananku terhadap kehidupanku adalah kamu. Kamu membuat semua hal menjadi berbeda. Entah realita terasa hanya angan, atau mimpi yang terasa hampir menjadi kenyataan.

Jalan Tuhan mempertemukan kita di kehidupan untuk saling memberi pelajaran atas sesuatu. Tanpa harapan apapun kita sampai selama ini, karena kehidupan yang berubah membuat kita sama-sama berpikir setiap pertemuan bisa saja menjadi yang terakhir.

Apapun suasana hati aku bisa berbagi denganmu, sebagai teman, sahabat, kakak, adik, dan siapapun kamu yang aku rasakan nantinya. Bukan hanya indah dan bahagia, bahkan perih dan kesal bisa kurasakan karena dirimu.

Tetapi, di batas ini, mungkin hubungan pertemanan baik kita akan rehat sejenak. Setelah hari itu, kita akan menjadi lawan yang berbeda, entah musuh, kembali ke cara kita semula, atau bisa saja jalan yang berbeda. Maaf untuk satu alasan yang tak bisa kuucapkan. Bukan sesuatu yang bisa kau prediksi, bahkan bukan tentangmu dan berhubungan denganmu.

Hanya sebuah kerikil kecil yang membuatku terjerembab dalam. Dan aku harus mengobati lukaku, menvembbuhkan hingga mengering dan bisa berjalan kembali. Tapi bekas lukanya selalu ada... Itu pun jika kamu menerima kenyataan luka yang pernah ada dalam diriku, luka yang paling berbeda dari luka akibat batu besar lainnya.

P.S: Bukan cinta. bukan pengakuan. bukan akhir pertemanan. bukan permintaan kepastian. hanya pengajuan waktu untuk aku mengistirahatkan badan dan pikiran agar hati mau menjadi kembali seperti dulu.


Minggu, 11 Mei 2014

Namanya juga Kode

Ada yang bilang aku salah dan gegabah. Ada yang tertawa dan tidak akan ada yang  percaya terhadap aku yang menghadapi kamu menjadi kita. Kenyataannya kita bahkan bukanlah apa, hanyalah terbentuk dengan segala ketidaksengajaan, rekanan biasa, teman menggila dan berkarya bahkan tidak bisa diartikan posisinya sebagai selingan karena terlalu ringan dan tanpa pertanggung jawaban apapun satu sama lain (karena itu memang yang ada).

Aku cuma mencoba jujur dan membuka diri sendiri dengan apa yang dirasa. Karena sampai kapanpun melogikakan dunia, berpegang teguh dengan moralitas dan selalu lurus menghadapi tantangan, hasilnya akan selalu sama. 

Saya mencoba mengambil resiko. Pertama kali mencoba dalam hidup tanpa memedulikan otak berteriak. Mencoba menggunakan hati kecil bertindak dan berucap...

Saya tau cepat atau lambat ini kebaca tepat sasaran.
Saya cuma mencoba menjawab tugas saja. Siapa yang nyuruh? Iyaah... Kamuu *ini emang ala dodit*

Minggu, 31 Maret 2013

Bahagia itu sederhana, tapi bisa serumit menyederhanakan 1+1 =2


Kita gak pernah tau kapan kita dikasih jatuh cinta atau jatuh karena cinta. Intinya cinta dan hati bisa menjadi petaka, karena ketika jatuh cinta ada patah hati (ini quotation @hurufkecil, love anything tweet of tomat !). Ketika di fase dimana kita haru melepas salah satu bagaimana cara kita bahagia, karena sesuatu yang tadinya membahagiakan membuat kita menjadi jauh dari ekspektasi awalnya. Ya, mungkin caranya adalah melepas kebahagiaan yang dulu, untuk menemukan kebahagian yang lebih worth untuk kita. Get more pay more, apalagi pembayarannya susah nih kalo udah masalah hati.
This post for my friends (agak absurd dijelaskan siapa mereka, karena adalah dua orang berbeda tapi sama-sama dengan ketidakbahagiaan meminta tolong kepada saya), mungkin setelah ini dia tahu bagaimana cara membuatnya lebih bahagia dengan cara apapun.
“Because everything we take, we have to pay these. Nothing is free, even this tag is 0$”

Minggu, 03 Maret 2013

Karena Lega Itu Bahagia

Ini sebenernya draf lama, tapi karena nggak sengaja ke post, yaudah sekalian aja di post.
Selama hampir dua tahun ini, nggak ada yang bisa ngebuatku menjadi lebih lega daripada saat ini, selepas ini. Menjadi diriku sendiri, dan melepas semua beban apapun yang mengekang
Mungkin dua tahun akan menjadi sangat lama seperti yang kamu pikirkan untuk menghabiskan waktu dengan beban yang sebenernya terdengar sepele untukmu. Itulah hidup, yang terasa biasa untuk kita, bisa saja menjadi tidak biasa untuk yang lainnya.

Selasa, 11 Desember 2012

Ini bukan tentang Cinta

Ini hanyalah untuk seseorang yang harus diakhiri 2012. Cukup 2 tahun menghancurkan semua sendi, dengan membuatku melakukan apapun karena deminya. Menghancurkan diri sendiri. Semoga setelah ini aku dapat mencintai diriku sendiri. Baru memikirkan bagaimana mencintai orang lain. Semoga aku bisa meyakinkan ini semua akan hanya menjadi kenangan.

Minggu, 11 November 2012

Kebiasaan itu Keahlian yang paling sering dilakukan


dan kamu telah menjadi kebiasaan yang melekat sempurna

Kamu tahu hebatnya cara kerja otak? Salah satu kehebatan fungsi otak adalah berfungsi dalam kebiasaan kita. Kenyataannya, kebiasaan akan sangat membantu kesuksesan kita melakukan sesuatu. Bahkan cara pandang kita terhadap kebiasaan melihat dari perspektif yang mana akan menentukan jalan pikiran dan menentukan keberhasilan. Otak akan dapat secara tidak langsung mengimplementasi kebiasaan-kebiasaan kita bahkan secara tidak sadar untuk sebuah jawaban ataupun tindakan yang kita putuskan apabila menemukan kejadian dan permaslaahan yang sama. Begitu hebatnya sebuah kebiasaan akan tercetak di dalam otak.

Kamis, 26 Januari 2012

If you were him... always if ..

Dan selalu dimulai dengan segala pengandaian, seharusnya aku bermimpi ke depan bukan melihat selalu ke belakang. What's going on? I feel so closed to you right now

Minimal semua kendali untu sementara ada di tanganku. Temporrarilly. Aku melakukan di luar jalan yang pernah aku lakukan. Untuk liburan kali ini aku hanya ingin meninggalkan hal yang membuatku merasa sangat jengah. Dan untuk itu aku tinggalkan..
  • Untuk sekian kalinya, keluargaku membuatku tidak bisa berpkir jernih. Dan ini selalu membuatku malu kepada Tuhan, mengapa aku terlalu bodoh? Cinta itu sebenernya terbuat dari apa? Apa uang yang diberikan setiap bulan bisa mengukur cintanya keluarga kita terhadap perantau? Apakah telpon rutin bisa mengukur perhatian mereka? Aku hanya bisa percaya bahwa rasa sayang mereka dicurahkan dengan memberikan kepercayaan, dan tanggung jawab
  • Selalu bermasalah dengan organisasi, teman yang gak fit with my heart, do they hurt me? a lil bit. Dan ga mungkin juga ku aku harus menjauh. Unsos itu gak bener dan hanya lari dari masalah. Gotten kidding me. Take a breath, I'll take the possitive things that i get.
  • You, just  a lil past, tapi yang paling bisa mengacaukan. Kamu tahu, kamu yang membuat aku lupa dengan segala masalah keluarga yang bisa bikin gak nafas, bisa bikin senyum ketika ujian besok bikin pengen gigit kursi, dan bikin ga tidur, bukan karena ga bisa jawab soal ujian, tapi karena ...... you know
am i selfish?


Yang penting untuk 3 minggu ini aku melakukan yang ga pernah aku lakukan, tanpa menghabiskan waktu galau dengan susu jahe anget di angkringan, hampir ga pernah sms orang untuk sekedar buang waktu dan main, gak harus langsung pergi ke sana-sini. It's peacefull.

Tahu satu hal, karena Bali Work Placement, sampe ngira anak-anak remaja bali ngomong together with me ternyata bahasa bali lah, ibu-ibu ama nenek yang di homestay aku denger lagi english conversation, padahal itu balinesse. Ini pasti karena aku udah gabisa bedainmana bahasa bali yang nggak ngerti, ama bahasa english yang gak indonesia banget... Okke, itu pengalamannya kan? Ini baru 4 hari, how about 3 weeks? aku pasti mabok.

Apapun itu, aku sedang berusaha untuk tidak merusak otakku lagi. Jangan berpikir lagi untuk kamu yang berkemnungkinan untuk balik, kita udah punya jalan yang terlalu beda. Take care :)))

Apapun yang kamu pikirkan itu menjadi sedang tidak penting,

xoxo Roo