YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Rabu, 27 Februari 2013

Bukan perkara pahala, surga ataupun neraka

Entah bagaimana siang ini aku benar-benar merasa yakin untuk memutuskan memulai sema hal dari awal. Awalnya aku kira ini perkara jilbab, dan beberapa respon terhadapku saja. Ternyata aku memulai semuanya bukan karena perubahan penampilanku, tetapi perubahan kesadaranku terhadap arah pandang menilai, memutuskan dan bagaimana melaksanakan segala sesuatu.
"Tidak ada yang benar-benar pernah selalu bersamamu kecuali Tuhan. Karena, kamu pasti akan selalu berada di sekitar-Nya. Dan bukan karena kamu yang menjauh dari Tuhan, tetapi hanya kamu yang tidak bisa melihat keberadaan-Nya tepat di hatimu"



Hidup bukan perkara istirahat, bernafas, bekerja dan bermain saja. Bukan pula sekedar untuk mencapai tujuan sebelum mati apalagi menyianyiakan diri. Tetapi tuhan memberikan hidup kepada setiap makhluknya untuk dinikmati, tempat belajar memperkaya rohani dengan segala sesuatu yang terjadi pada tiap-tiap manusia untuk bersyukur, dan mengilhami setiap nafasnya agar selalu beriman kepada Tuhan.
Aku berubah, bukan perkara karena patah hati cinta saja, ataupun mendapatkan kesenangan duniawi karena membuka auratku, bukan untuk meraih impianku, karena aku ingin mencari Tuhan untuk diriku dengan imanku sendiri, cara yang akan menemukanku kepada Tuhan.
Banyak yang terjadi (mengkin lebih banyak hal buruk) yang terjadi setelah aku melepas kewajibanku sebagai muslimah yang kuyakini itu hanya topeng baik diriku saja tanpa keikhlasan kepada Tuhan yang kucintai. Bukan karena respon, tetapi entah mengapa Tuhan menguji keimananku, iman yang kucari itu. Karena sekarang aku diuji untuk menjalani hidupku, perang mental yang kujalani, dan semua beban yang kuhadapi secara matang sendiri. Tuhan juga mngujiku untuk belajar lebih bijak terhadap orang-orang yang belum sempurna membahagiakanku, atau memang sama sekali tidak berniat membuatku tersenyum. Tuhan mengingatkanku, mengujiku bahwa disetiap sedih dan senangku dia selalu ada, karena aku akan selalu tidak pernah bisa lari dari Tuhan yang amat sangat kucintai. Kekasih hati yang tidak boleh sampai mati dalam lubuk hati. Karena hanya Dia, Maha Membolak-balikkan hati.

Semisal seseorang yang kau rasa mereka adalah sahabat terbaikmu berkata: 'jauhkanlah saya dengan kaum seperti itu?' Bagaimana rasanya?Apakah itu sama saja melemparkan batu bukan malah menolongnya? Jika ada yang salah tegurlah dengan baik, kita yang terdiam melihat kesalahan akan menjadi sama berdosa karena membiarkan kesalahan, apalagi menghakimi tanpa membimbingnya. :)

Iman bukan perkara mengumpulkan pahala agar masuk surga saja. Berimanlah kepada Tuhan agar kita mempercayai pencipta dengan penuh kecintaan dalam menjalani hidup yang diberikan-Nya. Jika memang imanmu untuk mendapatkan suga, akankah ikhlas kalian masih beriman kepada Tuhan jika surga tidak pernah ada?
 Every person is different the way we believe in God-Kutipan Entah Berantah 

-Saya yang masih belum pernah dan tidak akan pernah sempurna

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar