YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Senin, 18 Februari 2013

Time Lesson: Choice is in your hand

"I know i'm stupid. But every people have to know nothing to keep them learn."
Hanya ini yang bisa dikatakan ketika semua orang kecewa dengan keputusanmu, karena menjadi lebih buruk. Kenapa tidak melanjutkan kebaikan yang pernah ada? Kenapa harus memilih mengulang yang seharusnya tidak diulang? Karena saya tidak bisa melanjutkannya. Itu bukan diri saya. Saya hanya mencari diri saya yang tidak pernah ada.
Kita tidak pernah berhenti belajar, bahkan setelah memiliki semua ilmu hingga mentok ke Profesor sekalipun, belajar terus dan tidak pernah berhenti. Karena yang Maha Mengetahui hanyalah Tuhan, kita hanya orang bodoh yang sok tahu dengan segala yang kita ketahui. Bahkan saya yang masih terlalu buruk dengan semua yang terjadi.


Kita hidup sendiri, lahir sendiri, berjuang hingga mati sendiri. Kita yang mempertanggung jawabkannya kepada Tuhan, bukan ditolong orang lain atau bahkan orang tua kita. Saya hanya berusaha mencari kebenaran dalam diri saya. Saya yang merasa semakin tidak menemukan diri saya, membuat saya banyak berpikir, saya ingin menjadi diri saya, sesuai hati saya yang menghendaki. Saya akan memulainya dari awal, karena selama ini saya hidup untuk pendapat orang lain, bukan keyakinan diri saya sendiri.
Ada yang pernah bilang ke saya bahwa selain untuk mati, hidup itu untuk berbahagia. Saya juga ingin berbahagia. Ketika salah satu sahabat saya menjawab pertanyaan saya mengenai apa yang diinginkannya untuk masa depan, dia menjawab, ingin bahagia. Semenjak itu saya merasakan bahwa saya ingin kebahagiaan juga. Saya belum pernah merasakan kebahagiaan karena diri saya yang inginkan, saya bahagia untuk orang lain, keinginan orang lain, dan pendapat orang yang mengharuskan saya berbahagia, dan saya berbahagia untuk itu semua.
Ketika pilihan kita bukan sebuah keinginan yang diinginkan semua orang, saya berusaha menghadapi dunia dengan cara saya mulai hari ini, mulai dengan memperbaiki pola pikir saya untuk mencintai dan menghargai diri saya.
Saya percaya, tidak ada yang akan pernah meninggalkan saya, jika mereka benar-benar menyayangi saya bagaimanapun kondisi saya.


Yang ingin berbahagia dengan menjadi dirinya,
Seftya Aisyah Rosifa


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar