YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Minggu, 03 Maret 2013

Trend 2013 : TSM (Teman Simbiosis Mutualisme,red) TTM out of mode

"Karena TTM sudah banyak sekali korban kejahatannya, marilah kita berganti arus kawan!"
Pasti bagi kalian yang udah experti di perkancahan berhubungan dengan lawan jenis (di luar saya yang masih belum bisa beranjak dari status dasar #uhuk) pasti udah tau banget yang namanya istilah TTM (Teman Tapi Mecraaah, red). Hubungan tanpa status yang jelas ini, pasti banyak dipilih karena keadaan yang memaksa, entah karena salah satu jadi selingkuhan, atau karena nggak ada yang maju duluan (padahal kaum cewek pasti udah gregetan), atau malah lebih nyaman begini aja comfort zone yang ngga bisa dihindari. 
Kenyataannya walaupun banyak profit yang menyenangkan bagi kedua belah pihak (apalagi kaum adam yang tak pernah ada ruginya ini :p) banyak kelemahan dan yang mengakibatkan kehancuran hubungan dan tali silaturrahmi untuk ke depannya terhadap sepasang TTM-an ataupun sekitar mereka yang tersakiti #halah. Jadi untuk tahun 2013 yang katanya punya banyak inovasi baru memiliki solusi pilihan, yaitu ... #jeng #jeng TSM alias Teman Simbiosis Mutualisme. Why? Apaan tuh? #kepoing



Menurut wikipediaSimbiosis merupakan interaksi antara dua organisme yang hidup berdampingan. Sedangkan simbiosis mutualisme itu sendiri adalah hubungan sesama mahkluk hidup yang saling menguntungkan kedua pihak. Jadi bisa diambil kesimpulan awal Teman Simbiosis Mutualisme adalah hubungan sesama manusia (terserah kalau kalian mau sesama jenis, jaman sekarang bebas kita nggak boleh radikal bung!) yang menguntungkan kedua belah pihak tanpa merugikan secara batin dan mental untuk ke mereka ataupun sekitarnya.

Penjelasan lebih lanjutnyaa*berasa pengamat hubungan pasangan anak muda expert* ini jenis hubungan kasual yang sangat menguntungkan, apalagi sebagai jomb.. maaf single yang berprinsip dan sangat memilih pasangan, hubungan ini banyak yang akhirnya dipilih karena merasa perlu berkomunikasi lebih dengan interest gender mereka (kesepian, red). Hubungan ini mungkin ada yang dimulai dari no feeling relationship, kenalan-berhubungan-nggak berprogress, ataupun saling tarik-menarik karena tertarik tapi tak pernah lebih. Akhirnya hubungan ini bergejala sering main bareng hanya berdua, tweet-reply mengejek/mengomentari satu sama lain, sms dan bbm-an, dan akhirnya sering curhat dan memberikan saran-saran, dan merasa klop satu sama lain. Tapi biasanya, mereka ngga mau jadi TTM-an ataupun lebih lanjut jadi pasangan legal, karena nggak ada chemistry lebih. Karena hati itu tidak bisa dipaksakan coy!
Dampak terhadap hubungan TSM ini, mereka akan saling membutuhkan, memberi motivasi, saran dan kritik satu sama lain, menemani satu sama lain jika lagi kesepian (maaf kesebut), jalan bareng, seru-seruan bareng, makan bareng, telpon-telponan, saling memberikan kabar, bahkan nonton bareng ataupun jadi tumpuan terakhir kalo dibutuhkan pasangan karena di lingkaran sosial salah satu diantara mereka berdua lagi ada acara pasang-pasangan.
Kenyataannya, mereka nggak akan lebih memberikan romantisme kayak TTM-an yang akan merugikan hati salah satu atau kedua belah pihak. Karena awalnya mereka memang no feelings ataupun so far nggak terlalu tertarik, mereka akan aman jika disebut hanya teman atau partner in crime jika ada yang mempertanyakan hubungan mereka. Kalau diantara salah satu mereka punya pacar, atau akhirnya jadian, mereka masih bisa tetap menjalankan hubungan ini. Pacar mereka masing-masing juga nggak berhak cemburu dong, karena mereka tanpa perasaan dan hati yang diasumsikan. Dan hebatnya hubungan ini karena terlalu santai, bisa aja mereka nggak berhubungan dalam waktu lama, dan kambuh tiba-tiba di tengah jalan dan nggak ada tuh canggung-canggungan kayak punya TTM yang unyu-unyu. Nggak ada harga yang harus dibayar, tanpa komitmen, cuma perlu kesabaran dan kehati-hatian dalam menginterpretasikan hati dan pikiran masing-masing aja.
Nah, perbedaan dengan sahabat lawan jenis, TSM itu sebenernya bisa aja loh cemburu atau barang sedikit sirik kalo partner TSM mereka lagi jalan ama si 'resmi' karena ditinggalkan sementara. Karena pada dasarnya TSM itu kayak pengobat 40% kebahagiaan kesepian, mengisi kekosongan, ataupun kebosanan dari pacar ataupun TTM-an yang lagi bermasalah.
Perhatian: bagi pelaku TSM jaga hati kalian, kalau kalian diantara kebimbangan dan berasumsi partner kalian menaruh harapan lebih coba dipikirkan dan dievaluasi dengan baik sekali lagi, karena bisa aja itu cuma kebawa suasana, atau feeling kalian yang terlalu dramatis aja. Jaga hati dan tetap santai dan nggak banyak ambil pusing. Itu bisa jadi kunci penting hubungan baru kayak gini.
Saya ambil ini dari pengalaman salah seorang narasumber #halah

So, pernah punya? Atau malah banyak? Kalo saya mah polos, nggak ngerti yang begitu-begituan. HAHAHA

-Roo dari kapal pecah menjelaskan kenyataan sosial sekitar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar